Tabel Pinjaman Bank DKI 2024: Jenis, Syarat, Bunga & Biaya

Tabel Pinjaman Bank DKI – Sebagai masyarakat Daerah Khusus Ibukota Jakarta memiliki perbankan sendiri untuk menyimpan atau meminjam uang dengan nominal besar. Mungkin, sebagai masyarakat Ibukota Jakarta sudah tidak asing lagi dengan Bank DKI yang mempunyai peraturan khusus untuk nasabah ingin mengajukan pinjaman.

Walaupun Bank DKI merupakan perbankan milik satu daerah, namun mempunyai jangkauan yang cukup luas. Hal ini terbukti adanya beberapa kantor cabang bank DKI di luar wilayahnya seperti Jateng, Jatim, Jabar bahkan Banten. Namun, setiap cabang kantor Bank DKI mempunyai jam operasional berbeda-beda.

Tentu saja, sebagai bank DKI akan menawarkan berbagai macam jenis pinjaman seperti Kredit Multi Guna pegawai aktif, MPP dan purna karya. Namun, yang menjadi masalah adalah tidak semua nasabah tahu tentang tabel pinjaman Bank DKI untuk melihat nominal plafon atau waktu angsuran mulai 24 bulan hingga 60 bulan.

Pada kesempatan kali ini kami akan membagikan informasi terkait tabel pinjaman Bank DKI secara lengkap mulai dari jenis, biaya, bunga dan syarat pengajuan. Jika sudah tidak sabar ingin tahu tabel angsuran bank DKI bisa ikuti pembahasan dibawah ini dengan sesakma.

Jenis Pinjaman Bank DKI

Sebelum membahas lebih lanjut, maka harus ketahui bahwa ada beberapa jenis pinjaman bank DKI seperti Kredit Multi Guna pegawai aktif, MPP dan purna karya. Dari kedua pinjaman tersebut mempunyai keunggulan dan kekurangan yang berbeda-beda. Selain itu, setiap tabel angsuran dari jenis pinjaman tersebut mempunyai waktu angsuran berbeda-beda sesuai dengan nominal plafon yang diambil.

Selain itu, ketika mengajukan pinjaman di bank DKI harus membawa syarat dan ketentuan yang telah berlaku. Untuk lebih jelasnya dari kedua jenis pinjaman bank DKI bisa simak penjelasan berikut ini:

Kredit Multi Guna Pegawai Aktif

Jenis pinjaman kredit multi guna pegawai aktif hanya dikhususkan untuk seorang pegawai masih aktif dalam perusahaan mitra Bank DKI. Selain itu, jaminan atau agunan pengajuan pinjaman kredit multi guna pegawai aktif hanya membutuhkan SK pegawai dan sangatlah mudah.

Akan tetapi, tetap saja sebagai nasabah mengajukannya harus membawa dokumen syarat dan ketentuan seperti berikut:

  • Mengisi formulir pengajuan serta sudah ditandatangani oleh pemohon
  • Fotocopy KTP suami dan istri
  • Fotocopy surat nikah/cerai
  • Fotocopy KK (Kartu Keluarga)
  • Pas foto 4×6 sebanyak 2 lembar untuk suami dan istri
  • Fotocopy mutasi rekening 6 bulan terakhir
  • Fotocopy NPWP
  • Membawa surat keterangan penghasilan serta daftar gaji
  • Fotocopy dokumen kepegawaian
  • Fotocopy ijazah pendidikan terakhir

Kredit Multi Guna MPP dan Purna Karya

Kemudian ada kredit multi guna MPP dan purna karya yang dikhususkan kepada nasabah pensiunan atau karyawan dalam masa persiapan pensiunan (MPP). Ketika sudah memasuki waktu 3 tahun kembali akan pensiun, maka bisa mengajukan pinjaman KMG Purna Karya dengan jaminan SK pensiunan.

Tentu saja, sebuah keberuntungan untuk pegawai sudah pensiunan bisa tetap mengajukan pinjaman dengan jaminan SK pensiunan saja. Akan tetapi, sebagai nasabah ingin mengajukan KMG MPP dan Purna Karya harus membawa berkas atau dokumen syarat seperti berikut:

  • Mengisi formulir pengajuan pinjaman serta sudah ditandatangani oleh pemohon
  • Fotocopy KTP suami dan istri
  • Fotocopy surat nikah atuapun cerai
  • Fotocopy KK (Kartu Keluarga)
  • Pas foto 4×6 sebanyak 2 lembar untuk suami dan istri
  • Fotocopy mutasi rekening 6 bulan terakhir
  • Fotocopy NPWP
  • Fotocopy SK Pensiunan
  • Fotocopy KARIP
  • Membawa dokumen tambahan untuk MPP:
    • Surat keterangan penghasilan serta daftar gaji
    • Dokumen kepegawaian
    • Kartu TASPEN
    • Fotocopy ijazah pendidikan terakhir

Biaya Pinjaman Bank DKI

Perlu diketahui bahwa pinjaman Bank DKI mempunyai kelebihan paling utama yaitu ada dibagian biaya adminitrasi ataupun biaya lain-lainnya. Pada dasarnya, Bank DKI tidak akan memberikan beban biaya admin ataupun provisi yang terlalu besar kepada nasabahnya. Untuk menentukan jumlah biaya admin atau provisi akan tergantung dengan nominal plafon, waktu angsuran serta ketentuan terbaru dari pihak Bank.

Bunga Pinjaman Bank DKI

Selain biaya admin atau provisi, sebagai nasabah akan mendapatkan suku bunga dari pinjaman Bank DKI. Menurut informasi secara resmi, bunga pinjaman bank DKI hanya 10 hingga 13,5% per tahun. Sehingga nominal bunga lebih rendah dengan pinjaman kur bank BRI Kupedes.

Secara kesuluruhan dari biaya dan bunga pinjaman bank DKI tidak akan memberatkan nasabah dengan dana yang akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun tetap saja, sebagai nasabah harus membayar waktu angsuran dengan tepat waktu.

Tabel Pinjaman Bank DKI

Apabila membaca pembahasan diatas hingga saat ini, akan melihat keunggulan dan kekurangan pinjaman bank DKI seperti bunga ringan, tidak membutuhkan jaminan selain SK pensiunan, nominal plafon tidak memilih batasan maksimal dan masih banyak lainnya. Jadi tidak heran kalau pegawai di daerah Jakarta mengajukan pinjaman di bank DKI, karena sudah terpercaya.

Setelah memahami semua informasi tentang pinjaman bank DKI, berikut harus tahu nominal plafron dan waktu angsuran yang telah ditetapkan. Berikut, pakaiatm akan membagikan tabel pinjaman bank DKI dibawah ini:

Nominal Pinjaman1 Tahun2 Tahun3 Tahun4 Tahun5 Tahun
Rp 10,000,000908,333491,667352,778283,333241,667
Rp 15,000,0001,362,500737,500529,167425,000362,500
Rp 20,000,0001,816,667983,333705,556566,667483,333
Rp 25,000,0002,270,8331,229,167881,944708,333604,167
Rp 30,000,0002,725,0001,475,0001,058,333850,000725,000
Rp 35,000,0003,179,1671,720,8331,234,722991,667845,833
Rp 40,000,0003,633,3331,966,6671,411,1111,133,333966,667
Rp 45,000,0004,087,5002,212,5001,587,5001,275,0001,087,500
Rp 50,000,0004,541,6672,458,3331,763,8891,416,6671,208,333
Rp 55,000,0004,995,8332,704,1671,940,2781,558,3331,329,167
Rp 60,000,0005,450,0002,950,0002,116,6671,700,0001,450,000
Rp 65,000,0005,904,1673,195,8332,293,0561,841,6671,570,833
Rp 70,000,0006,358,3333,441,6672,469,4441,983,3331,691,667
Rp 75,000,0006,812,5003,687,5002,645,8332,125,0001,812,500
Rp 80,000,0007,266,6673,933,3332,822,2222,266,6671,933,333
Rp 85,000,0007,720,8334,179,1672,998,6112,408,3332,054,167
Rp 90,000,0008,175,0004,425,0003,175,0002,550,0002,175,000
Rp 95,000,0008,629,1674,670,8333,351,3892,691,6672,295,833
Rp 100,000,0009,083,3334,916,6673,527,7782,833,3332,416,667
Rp 110,000,0009,991,6675,408,3333,880,5563,116,6672,658,333
Rp 120,000,00010,900,0005,900,0004,233,3333,400,0002,900,000
Rp 130,000,00011,808,3336,391,6674,586,1113,683,3333,141,667
Rp 140,000,00012,716,6676,883,3334,938,8893,966,6673,383,333
Rp 150,000,00013,625,0007,375,0005,291,6674,250,0003,625,000
Rp 160,000,00014,533,3337,866,6675,644,4444,533,3333,866,667
Rp 170,000,00015,441,6678,358,3335,997,2224,816,6674,108,333
Rp 180,000,00016,350,0008,850,0006,350,0005,100,0004,350,000
Rp 190,000,00017,258,3339,341,6676,702,7785,383,3334,591,667
Rp 200,000,00018,166,6679,833,3337,055,5565,666,6674,833,333

Kesimpulan

Nah jadi kesimpulan dari pembahasan diatas adalah ada sebuah perusahaan perbankan di daerah Ibukota Jakarta dan sekitarnya yang menawarkan pinjaman tanpa jaminan khusus pegawai aktif. Apabila ingin mengajukan pinjaman di Bank DKI harus mengetahui tabel angsuran serta syaratnya.

Sekian pembahasan dari kami mengenai Tabel Pinjaman Bank DKI dengan melihat dua jenis pinjaman, syarat, biaya admin, bunga dan waktu angsuran secara lengkap. Ketika membaca pembahasan kali ini dari awal hingga akhir, akan mendapatkan informasi secara akurat untuk mengajukan pinjaman ke Bank DKI.